Senin, 27 Mei 2013

PERLAWANAN



1)    Perlawanan Demak
S  Penyebab : monopoli perdagangan di selat Malaka oleh Portugis.
S  Tahun 1512 dan 1513 Demak menyerang Portugis di Malaka dipimpin Dipati Unus/Pangeran Sabrang Lor, namun gagal.
S  Tahun 1551 dan 1574 Demak kembali menyerang dipimpin Ratu Kalinyamat, namun gagal lagi.

2)    Perlawanan Rakyat Aceh
S  Penyebab : monopoli perdagangan di Selat Malaka oleh Portugis.
S  Tahun 1537, 1539, 1547 Aceh menyerang Portugis dipimpin Alaudin Riwayat Syah tapi gagal.
S  Tahun 1607-1636 dipimpinSultan Iskandar Muda menyerang Portugis tapi gagal lagi.

3)    Perlawanan Kerajaan Mataram
S  Penyebab : VOC ingin menguasai Pulau Jawa dan melakukan monopoli perdagangan.
S  Tahun 1628 dan 1629 dipimpin Sultan Agung menyerang Batavia, namun gagal karena Batavia terlalu jauh, kekurangan bahan makanan, persenjataan kurang canggih dan adanya wabah penyakit.

4)    Perlawanan Sultan Hasanuddin
S  Penyebab :
a)    Sultan Hasanuddin menjalin persahabatan dengan Maluku yang menjadi lawan VOC.
b)    Hasanuddin mengirim pasukan ke Maluku untuk membantu memerangi VOC, secara sembunyi-sembunyi.
c)    Makassar berusaha untuk menjual rempah-rempah pada pedagang bukan Belanda.
S  Tahun 1666-1667 VOC dibantu oleh ru Palaka yang merupakan musuh Hasanuddin. Namun, Hasanuddin kalah, dan dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya.
S  Isi perjanjian Bongaya :
a)    VOC memperoleh monopoli perdagangan di Makasaar.
b)    Aru Palaka harus diakui sebagai Raja Bone.
c)    Hasanuddin harus melepas daerah jajahan.
d)    VOC boleh mendirikan benteng di Makassar.

5)    Perlawanan Pattimura
S  Penyebab :
a)    Adanya penindasan dan perlakuan semena-mena dari VOC terhadap pada masa lalu.
b)    Penyerahan rakyat untuk dijadikan serdadu Belanda.
c)    Dihidupkannya kembali kerja paksa yang sudah sempat dihapuskan Inggris.
S  Tanggal 15 Mei 1817, Pasukan Pattimura berhasil menguasai benteng Deurtede selama 2 bulan. Belanda berusaha merebut kembali dengan menyerahkan pasukan dipimpin oleh Mayor Beetjs, namun gagal.
S  Di bawah pimpinan Letnan Groot, Belanda menyerang kembali pada tanggal 3 Agustus 1817, dan berhasil menguasai benteng Deurtede.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar