Senin, 27 Mei 2013

Perlawanan Rakyat

  Perlawanan Paderi
Penyebab :
a)    Makin kuatnya perebutan penganut antara kaum adat dan kaum agamis.
b)    Hokum adat yang menekankan asas matrilineal tidak sesuai dengan hokum agama yang lebih menekankan peranan patrilineal.
c)    Berkembangnya ajaran agama yang semakin mengakar pada kehidupan masyarakat.
d)    Adanya kebiasaan golongan adat yang berseberangan dengan kaum agamais, seperti minum-minuman keras, sabung ayam, dan berjudi.
e)    Campur tangan Belanda dalam perebutan pengaruh di masyarakat Sumatera Barat.
 1821-1825, Pasukan Belanda menguasai Tanah Datar dan mendirikan benteng Fort Van Der Capollan di bawah pimpinan Letkol Raaf. Namun, Belanda dan Paderi mengadakan Perjanjian Padang (1824) untuk menghindari kerugian yang semakin besar.
  Tahun 1825, dilakukan penyempurnaan Perjanjian Padang oleh Kolonel Stuers, berisi kesepakatan antara lain diadakan gencatan senjata, Tuanku Imam Bonjol diakui kekuasaannya, dan urusan agama di Sumatera Barat tidak lagi dicampuri Belanda.
  1826-1830, Belanda mendirikan benteng Fort de Kock di Bukit Tinggi untuk memperkuat pertahanannya di Sumatera Barat, karena Pulau Jawa terjadi Perang Diponegoro.
  1831-1836, Belanda mengirm prajurit-prajurit jawa untuk mambnatu, namun berhasil ditangkap pada Perang Diponegoro di Sumatera Barat, di bawah pimpinan Sentot Ali Basyah. Namun Sentot Ali Basyah mengkhianati Balanda sehingga ia ditarik kembali ke Batavia.
  Tahun 1834, di bawah pimpinan Cochis dan Michaels pasukan Belanda berhasil Bonjol, dan Pimpinan Paderi Tuanku Imam Bonjol ditangkap tahun 1837, diasingkan ke Btavia, Cianjur, Ambon, dan Manado, wafat 1864, wilayah Sumatera Barat jatuh ke tangan Belanda.

2)    Perang Bone
  Tahun 1824-1825, dipimpin Sultan Bone.
  Penyebab : Belanda ingin menguasai Sulawesi Selatan.
  Sultan Bone menyatakan kalah perang, dan berhasil dikuasai Belanda.

3)    Perang Diponegoro
  Penyebab :
a)    Campur tangan Belanda dalam urusan pemerintahan Kerajaan Mataram.
b)    Penciutan wilayah Kerajaan Mataram karena diberikan pada Belanda sebagai imbalan bantuan yang diberikan.
c)    Pungutan pajak Belanda yang semakin memberatkan.
d)    Ketidakpuasan para bangsawan karena banyak berkurangnya hak mereka.
e)    Kekuasaan Raja Mataram yang semakin berkurang dan pendapatan kerajaan makin menurun.
f)     Kegiatan perdagangan Mataram merosot karena pelabuhan-pelabuhan di bagian utara Jawa telah dikuasai Belanda.
  Langkah-langkah Belanda untuk menangkal perlawanan Pangeran Diponegoro :
a)    Membentuk pasukan kontra gerilya.
b)    Memecah belah dan menghasut pengikut Pangeran Diponegoro.
c)    Membangun benteng-benteng yang semakin mempersempit pergerakan pasukan Pangeran Diponegoro.
d)    Mengangkat Sultan Sepuh sebagai Sultan Yogyakarta dengan tujuan memecah perlawanan rakyat.
S  Akibat Perang Diponegoro :
a)    Banyak menghabiskan kas Belanda.
b)    Kekuatan para raja/bangsawan di Yogyakarta dan Surakarta berkurang.
c)    Belanda mendapatkan beberapa daerah di Yogyakarta dan Surakarta.

4)    Perlawanan Patih Jelantik
  Balanda tidak senang dengan kemapanan Bali.
  Sasaran utama Belanda adalah Kerajaan Buleleng di bawah pimpinan I Gusti Ketut Jelantik. Tahun 1846 Kerajaan Buleleng mengadakan perlawanan terhadap Belanda.
  Penyebab :
a)    Hokum Tawan Karang tidak diakui oleh Belanda.
b)    Belanda memaksa raja-raja Bali untuk mengakui kedaulatannya.
c)    Belanda ingin memonopoli perdagangan.
  Tahun 1846-1849, Kerajaan Buleleng kalh. Aibatnya : hukum Tawan Karang yang selama ini dijalankan kerajaan Buleleng pun dihapus. Belanda berhasil menguasai perdagangan di Bali.

5)    Perang Banjar

Perlawanan Banjar pecah karena adanya campur tangan pemerintah Belanda dalam urusa kerajaan.
 Pangeran Amir yang sehrusnya menjadi raja dihalangi Belanda dan malah menempatkan Pangeran Nala menjadi raja.
 Karena merasa berhutang  budi,Pangeran Nala menyerahkan wilayah Kerajaan Banjar kepada Belanda.
 Rakyat banjar mengadakan perang  terhadap Belanda dibawah pimpinan Pangeran Antasari.
Perlawanan berlangsung terus sampai akhir hayat Pangeran Antasari tahun 1862.
Perlawanan dilanjutkan lagi oleh anak-anaknya untuk membebaskan Kerajaan banjar dari pengaruh Belanda.

6)    Perlawanan Sisingamangaraja XII
Sisingamangaraja XII merupakan  raja yang ke-12 dan berpengaruh luas di Tapanuli dan sekitarnya.
Sisingamangaraja ke-XII mengadakan perlawnan terhadap Belanda karena :
1.       Pengaruh Sisingamangaraja semakin kecil
2.       Adanya zending(misi penyebaran agama Kristen) di Tapanuli dan sekitarnya
3.       Belanda memperluas kekuasaannya dalam rangka Pax Netherlandies.
Penyebab khusus perlawanan adalahkegeraman Sisingamangaraja atas penempatan pasukan Belanda di Talutung dengan dalih melindungi penyebaran agama dan penguasaan  Belanda atas daerah-daerah di Tapanuli
Perang tersebut dimenangkan oleh Belanda dan diakhiri dengan gugurnya Sisingamangaraja XII tahun 1907
 Setelah Sisingamangaraja gugur,Tapanuli jatuh ke tangan Belanda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar